Menjadi Bertaqwa Dengan Berpuasa Ramadhan
Pada bulan Ramadhan umat Islam
di seluruh dunia yang sudah baligh diwajibkan untuk berpuasa. Berpuasa adalah
salah satu rukun islam yang ke-4 di mana Allah SWT menyuruh hambanya yang
benar-benar beriman untuk tidak makan dan tidak minum dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari (adzan magrib). Tak
jarang para orang tua juga mulai mengajari anaknya yang masih belum baligh
untuk berlatih berpuasa di bulan ramadhan. Tentu saja yang sesuai dengan kemampuannya pada anak tersebut,
dengan harapan ketika sudah baligh nanti anaknya dapat berpuasa satu bulan
penuh di bulan ramadhan. Akan tetapi kalau kita lihat di jalan raya tak jarang
kita melihat banyak orang laki-laki dewasa yang tidak berpuasa dengan berbagai
alasan mereka. Bahkan ada juga orang-orang dari golongan non muslim melakukan
puasa dengan tujuan untuk membuat tubuhnya menjadi lebih sehat dan bugar.
dikarenakan mereka mengetahui manfaat berpuasa itu sendiri yang sudah terbukti
secara ilmiah.
![]() |
| ilustrasi (foto: SoDelicious Recipes) |
Kebanyakan orang-orang
yang tidak berpuasa pada bulan ramadhan yang bukan karena alasan yang syar’i
tidak mengerti tentang hakikat berpuasa atau iman mereka masih kecil. Pada hakikatnya Allah menyuruh umat islam
terutama orang-orang yang beriman untuk berpuasa agar kita menjadi pribadi yang
bertaqwa kepada Allah SWT jadi ketika bulan ramadhan telah datang dan kita
masih tidak berpuasa atau tidak jarang kita membatalkannya. tanpa ada udzur yang syar’i
yang dibenarkan dalam hukum islam. maka iman kita kepada Allah SWT perlu kita
ragukan.
Seperti dalam al-qur’an Allah
SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183). Pada awal ayat tersebut Allah SWT berseruh menggunakan kata : “hai orang-orang yang beriman”. Di mana pada konteks tersebut Allah SWT menyuruh orang-orang yang beriman untuk berpuasa. Mengapa demikian ? karena Allah SWT lebih mengetahui hambanya yang hanya beriman kepada Allah dan rasulnya saja yang dapat menjalankan perintah berpuasa. Akan tetapi jikalau kita berpuasa hanya sekedar untuk menahan rasa lapar dan dahaga saja maka kita hanya berada di tingkat beriman saja dan masih belum berada di tingkat taqwa. Taqwa sendiri berarti menjalani segala perintah Allah SWT dan menjauhi semua apa yang dilarang oleh Allah SWT
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183). Pada awal ayat tersebut Allah SWT berseruh menggunakan kata : “hai orang-orang yang beriman”. Di mana pada konteks tersebut Allah SWT menyuruh orang-orang yang beriman untuk berpuasa. Mengapa demikian ? karena Allah SWT lebih mengetahui hambanya yang hanya beriman kepada Allah dan rasulnya saja yang dapat menjalankan perintah berpuasa. Akan tetapi jikalau kita berpuasa hanya sekedar untuk menahan rasa lapar dan dahaga saja maka kita hanya berada di tingkat beriman saja dan masih belum berada di tingkat taqwa. Taqwa sendiri berarti menjalani segala perintah Allah SWT dan menjauhi semua apa yang dilarang oleh Allah SWT
Lantas, puasa yang
bagaimana yang dapat meningkatkan derajat kita dari hamba yang hanya beriman
menjadi hamba yang bertaqwa ? pada hakikatnya puasa tidak hanya menahan rasa
lapar dan dahaga saja melainkan juga yang terpenting mengendalikan hawa nafsu
kita sendiri. Bagaimana jika kita hanya
menahan rasa lapar dan dahaga saja. Akan tetapi kita sering marah-marah dan
berbicara kotor. Secara hukum syariat islam puasa kita tetap sah akan tetapi
kalau seperti itu berarti puasa kita yang di programkan oleh Allah SWT kepada
umat islam dalam surah Al-Baqarah ayat 183 untuk menjadi pribadi yang bertaqwa
telah gagal dan kita hanya membatalkan kewajiban berpuasa saja. Diusahakan
kalau kita berpuasa di bulan ramadahan diharapkan kita dapat mengendalikan hawa
nafsu yang ada dalam diri kita. Seperti saat kita merasa kesal atau marah kita
harus bisa mengendalikan nafsu amarah yang ada pada diri kita untuk tetap bisa
bersabar dalam menghadapi ujian dan hindari berbicara kotor diganti dengan
memperbanyak membaca al-qur’an saja. Memang perkara ini memang tidak mudah
untuk dilakukan karena untuk mengendalikan nafsu yang ada pada dalam diri kita
dibutuhkan perjuangan dan konsistensi yang luar biasa untuk melakukan hal
tersebut. Akan tetapi jika kita dapat melakukannya maka insya Allah kita akan
mendapatkan predikat taqwa dari Allah SWT. kebanyakan dari kita mungkin
perbuatan seperti itu hanya bisa dilakukan di bulan ramadhan saja. tapi cobalah
untuk diterapkan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan
ramadahan selesai. Semoga kita termasuk dalam hamba yang bertaqwa kepada Allah
SWT.
![[Bintang] 5 Hal yang Membatalkan Puasa](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/rpOzfJyVfY7HtGpHhapsF_9aOYw=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2217947/original/067905100_1526608033-Intermittent-Fasting-Diet.-How-to-Take-Advantage-of-the-Easter-Season-e1521203856544.jpg)
Komentar
Posting Komentar